HEADLINE: Pertarungan Jokowi Vs Prabowo Jilid 2, ke Mana PAN dan Demokrat?

0

jayarajapoker88.com – Pernyataan Prabowo Subianto dalam Rakornas Partai Gerindra di Hambalang, Bogor, Rabu (11 April 2018), meramaikan kontestasi politik menuju Pilpres 2019. Dalam pidatonya, purnawirawan Letnan Jenderal itu menerima amanat kader yang mendorongnya kembali maju menjadi capres.

Prabowo sudah setengah jalan masuk ke gelanggang berhadapan dengan Jokowi, yang terlebih dulu menyatakan akan kembali maju menjadi calon presiden.

 

Poker I Capsa I BandarQ I Bandarpoker I Sakong Online I Domino99 I AduQ I Tangkas

benner baru

 

Yang masih kurang tinggal hitung-hitungan suara persyaratan administratif untuk maju di Pilpres 2019. Gerindra berharap dukungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum sudah membatasi kriteria dukungan bagi calon presiden.

Ambang batas pencalonan presiden dipatok 20-25 persen. Dengan demikian, hanya parpol atau gabungan parpol dengan 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional yang bisa mencalonkan presiden.

Sokongan PKS dengan 8,6 persen kursi DPR dan PAN bermodal 7,1 persen kursi DPR akan memuluskan langkah Prabowo. Ada pun Gerindra punya 13 persen kursi DPR di kantungnya.

Pengamat Politik Saiful Mujani Research and Consulting, Sirajuddin Abbas berpendapat, PKS sudah hampir dipastikan bergabung dengan Gerindra.

“PKS sudah partner lama dengan Gerindra,” kata Sirajuddin dihubungi Liputan6.com, Kamis (12/4/2018).

Lain halnya dengan PAN. Menurut Sirajuddin, partai itu masih galau memilih di dua kubu yang akan berkontetasi. Masalahnya adalah problem internal berupa dualisme kepemimpinan di partai berlambang matahari.

Secara struktural, kuasa ada di tangan Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum PAN, tapi kepemimpinan simbolik berada pada Ketua Dewan Kehormatan, Amien Rais. Sirajuddin mengatakan, Amien kritis dan sinis terhadap Jokowi.

Sikap itu membuat Zulkifli bergabung koalisi pendukung Jokowi. Bila PAN memilih mendukung Joko Widodo, menurut Sirajuddin, akan muncul kompleksitas masalah. Bisa jadi hal itu akan memunculkan ongkos politik besar berupa perpecahan yang akan berdampak di Pemilu 2019.

“Paling aman PAN memilih berkoalisi dengan Gerindra,” Sirajuddin berujar.

PAN bukan satu-satunya partai yang belum menentukan dukungan. Ada pula Partai Demokrat yang belum menjatuhkan pilihan.

Menurut Sirajuddin, Demokrat masih terbuka. Namun, beberapa sinyalemen mulai ditunjukan. Ia merujuk pidato Jokowi di Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat, 11 Maret 2018.

Sirajuddin mengatakan, Jokowi dan Demokrat tampak memperlihatkan upaya saling mendekat.

Yang jelas, Demokrat diprediksi tak akan mengulang langkah politik di 2014 yang memilih abstain dalam mendukung calon presiden.

Namun peluang Demokrat bergabung ke dua kubu koalisi, menurut dia, akan sama besar. Baik PAN mau pun Demokrat masih diplomatis soal rencana koalisi di Pilpres 2019.

Sekjen PAN, Eddy Soeparno mengatakan, masih membuka komunikasi dengan semua pihak. Sejauh ini, PAN berpegang pada hasil Rapat Kerja Nasional 2017 yang memberi mandat pada Ketua Umum, Zulkifli Hasan, maju di pilpres 2019.

 

 

rajabakarat new

 

Putusan akhirnya akan diketok di Rakernas PAN 2018. “Kita lakukan pembicaraan yang seluas-luasnya dengan semua parpol, tokoh, capres, termasuk juga kita dapatkan masukan dari akar rumput kita dan konstituen,” Eddy menjelaskan.

Sementara, Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, politik saat ini masih cair. Komunikasi politik masih dilakukan.

“Kita kan punya mekanisme. Ada ketum partai, majelis tinggi, ada elite-elite partai yang terus berkomunikasi,” katanya di sela safari AHY Sowan ke Jateng, Kamis (12/4/2018).

Demokrat sebelumnya sempat menjajaki kemungkinan membentuk poros ketiga untuk memunculkan calon alternatif di luar Prabowo dan Jokowi. Namun, rencana itu kandas.

Sirajuddin mengatakan, PKB yang sudah setengah kaki mendukung Jokowi menjadi penyebabnya. Walaupun Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar sempat menyebut, syaratnya adalah, wajib mengusung dirinya sebagai cawapres di Pilpres 2019.

Seolah, keberadaan menjadi calon wakil presiden merupakan syarat dukungan pada Jokowi. Sirajuddin menilai manuver itu hanya cara untuk memobilisasi basis dukungan di Nahdlatul Ulama dan PKB.

“Cak Imin ingin menunjukan bahwa NU dan PKB punya tokoh yang sedang diperjuangkan,” Sirajuddin menganalisis.

Ia memastikan poros ketiga yang menawarkan calon presiden alternatif tak akan terwujud. Wacana poros ketiga mendapat momentum ketika pejabat teras Demokrat, PKB, dan PAN berkumpul Awal April lalu.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Sekjen PAN (Partai Amanat Nasional) Eddy Soeparno, dan Wasekjen PKB Lukmanul Hakim berbincang santai di bilangan SCBD, Jakarta Selatan.

“Kalau istilah radio frekuensinya sama. Soal poros ya kita bicarakan juga, sebut nama belumlah,” kata Hinca santai kala itu.

Usai pertemuan itu, retorika ketiga partai malah bersimpang jalan. Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, mengatakan pembicaraan tiga petinggi partai hanya bersifat informal.

Belum ada keputusan resmi soal pembentukan poros ketiga. Meski demikian, Zulkifli berhati-hati bersikap. Ia tetap membuka peluang kemungkinan itu.

Dalam hitung-hitungannya, peluang poros ketiga cukup berat. Baginya, butuh keajaiban bila poros ketiga ingin terbentuk.

“Secara rasional dua poros, kalau poros ketiga itu keajaiban baru bisa terjadi,” kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 12 Maret 2018.

PKB malah mengumbar pesimisme. Di satu sisi, PKB juga belum punya niatan membentuk poros ketiga.

“Kemungkinan itu sangat tipis,” ungkap Sekjen PKB, Abdul Kadir Karding kepada Liputan6.com, Rabu 14 Maret 2018.

Hitung-hitungan itu tak lepas dari kuatnya dorongan internal untuk mendukung Jokowi.

Alhasil, tinggal Demokrat yang masih getol mendorong poros ketiga. Perpecahan Demokrat, PAN dan PKB belakangan makin tampak.

Komunikasi Mandek

Komunikasi politik PAN, Demokrat dan PKB mandek. Demokrat menuding dua partai lain tak serius.

Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan mengungkap, beberapa kali pertemuan dengan PAN dan PKB gagal. Gara-garanya dua pemimpin partai lain tak hadir.

 

daftar-sekarang

Semoga informasi ini dapat membantu
Repost by : jayarajapoker88.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *